widget

Anda ingin membuat buat Buku Tamu seperti ini?
Klik di sini

This is default featured post 1 title

PERJALANAN KE ACEH TENGGARA MENYALURKAN SUMBANGAN UNTUK KORBAN BANJIR BANDANG.

This is default featured post 2 title

PESERTA DARI ACEH LK-II HmI Cab. BANDUNG BERTEMPAT DI KAMPUS UNISBA BANDUNG.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tuesday, October 30, 2012

Jose Mourinho Bantah Tinggalkan Real Madrid



TRIBUNNEWS.COM, MADRID - Awal pekan ini, Marca melaporkan pelatih Real Madrid, Jose Mourinho akan meningalkan jabatannya di kursi kepelatihan akhir musim ini. Namun, entrenador asal Portugal itu dengan tegas membantah rumor yang sedang hangat berhembus.
Memang, jika menilik performa Los Blancos di Liga BBVA, saat ini mereka tengah tertinggal 11 poin dari pemuncak klasemen sekaligus rival utama, Barcelona. Namun, pada ajang Liga Champions Cristiano Ronaldo cs telah menapakkan kaki di fase selanjutnya meski masih tersisa satu laga.
"Akankah saya meninggalkan Real Madrid? Itu hanyalah sebuah rumor belaka. Saya tak akan berbicara banyak terkait hal tersebut," tegas Mourinho seperti dilansir Goal.com .
"Tanya Florentino Perez (presiden klub) apakah dia puas atau tidak dengan hasil kerja saya. Tak ada masalah sejauh ini dan saya tak akan memberitahu anda apa yang saya diskusikan dengan presiden," tandasnya.

Sunday, October 28, 2012

Dengki

“Jauhilah dengki, karena dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api makan kayu bakar.” (HR. Abu Dawud).

Seseorang bisa ditolak masuk ke suatu negeri (maju) tertentu, bila ditemui mengidap suatu penyakit menular. Hal ini ditakutkan akan menulari penyakitnya dan membahayakan penduduk di negeri yang akan dikunjungi tersebut. Namun tidak demikian halnya perlakuan terhadap orang-orang yang mengidap penyakit hati, seperti dengki, yang sebenarnya juga menular dan sangat berbahaya.

Seseorang yang di hatinya bersemayam penyakit yang ditandai dengan munculnya rasa tidak senang terhadap keberuntungan atau kenikmatan orang lain ini, juga suka menularkan kedengkiannya kepada orang lain. Orang-orang bisa saja diprovokasi agar ikut membenci orang(-orang) yang dibencinya. Sehingga menjalarlah rasa dengki itu kepada masyarakat dalam wilayah yang luas.

Bahayanya juga begitu dahsyat. Di samping menimbulkan berbagai macam kejahatan dalam masyarakat, penyakit ini juga seperti kayu bakar yang membakar pahala setiap orang yang mengidapnya. Bahkan pahala bisa musnah, apalagi kedengkian biasanya bertahan lama dalam hati pendengki, bila tak mau mengobatinya.

Bila semua amalan kebaikan telah habis, akan sia-sialah hidup di dunia ini. Sebab, dunia ini diibaratkan dengan ladang untuk bercocok tanam untuk memanen pahala. Agar hidup tidak sia-sia, kita diajak untuk sekuat tenaga mencegah dan mengobati penyakit dengki. Termasuk di antaranya adalah menjauhi orang yang suka mendengki.

Friday, October 26, 2012

Guru Sejati

“Barangsiapa yang menyeru kepada kebaikan, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun” (HR. Muslim).

Kadangkala sebahagian orang terlalu perhitungan dalam berbuat baik kepada orang lain. Hanya mau berbuat baik terhadap orang-orang yang dianggap mau dan mampu membalas jasanya. Akibatnya, perhatian akan menumpuk kepada orang-orang mampu, tetapi kurang dan bahkan seringkali tiada untuk orang-orang yang dianggap kurang atau tak mampu. Hal ini juga tak jarang terjadi dalam dunia pendidikan. Misalnya, anak-anak dari keluarga mampu mendapat perhatian lebih serius, dibandingkan dengan perhatian terhadap anak-anak kurang mampu.

Namun tidak demikian bagi guru sejati, yang tak sampai hati membeda-bedakan dalam berbuat kebaikan. Dihargai manusia atau tidak, hamba-hamba yang meyakini akan (balasan) hari akhirat ini akan tetap berbuat baik dan senantiasa menyeru kepada kebaikan. Tak ada istilah murid-murid dari keluarga kaya atau dari keluarga kurang mampu.

Apalagi Allah telah menyemangati agar (siapapun) jangan pernah ragu dalam berbuat baik. Sebab, setiap proses dari usaha dan hasil berbuat baik akan kembali kepada diri sendiri. Bahkan menurut Rasulullah, disediakan pahala bahkan sejak mulai berniat. Sebagaimana sabdanya: “Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Jika hambaKu berniat melakukan suatu kebaikan, maka Aku menulisnya satu pahala kebaikan baginya walau ia belum melakukannya, dan jika ia melakukannya, maka Aku menulisnya dengan sepuluh pahala kebaikan yang serupa dengannya” (HR. Muslim).

Bagi guru sejati, bukan balasan atau tanda jasa dari manusia yang diharapkan. Bagi mereka, rasa bahagia sudah lebih dari cukup bila insan-insan didikannya berhasil menjadi orang-orang yang baik, bermanfaat, dan beriman. Namun Allah tentunya tak sekedar menganugerahkan kebahagiaan dunia bagi hamba-hambaNya yang ikhlas menyeru kepada kebaikan. Jasa mereka yang ikhlas berbuat baik juga akan diberikan dalam bentuk pahala dari kebaikan-kebaikan yang dilakukan murid-murid atau penerusnya.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More